kemalasan yang hakiki diantara kejayaan

Kemalasan yang hakiki adalah awal dari kesulitan ekonomi yang takan berakhir
Ada yang pernah dengar sebuah Negara bernama Nauru?
Pasti belum pernah ya?
Wah belum jadi masyarakat Indonesia di era tekhnologi dong
kamu hehehehe
Bercanda deng
Ok menurut abang Wikipedia, Nauru terletak di Samudera
pasifik bagian selatan, 42 kilometer dibawah dibawah garis khatulistiwa dan
disebelah selatan kepulauan marshall. Negara yang seukuran danau Toba ini kalo
dihitung Jarak dari Nauru dari Papua Nugini sama dengan jarak dari Papua Nugini
ke pulau Jawa. Nah kalo dari rumah kamu jaraknya sama kayak kemana?.
Negara yang satu ini pada zaman dahulu tepat nya di
dasawarsa 1907-1990 an merupakan Negara kaya yang kekayaan nya tidak akan muat
dimasukan semua kedalam saku calana mu, sumber daya utama nya adalah dari eksportir fosfat. Bahkan bung Karno presiden
pertama kita pun pernah menyebut Negara ini “Negara
yang pemerintahannya cukup digerakkan oleh seorang presiden dan 14 camat,
miskin dan nganggur dianggap subversi, tidak sekolah/kuliah dianggap melecehkan
simbol-simbol negara. “ maksud dari kalimat tersebut betul sekali karena pada
masa jaya nya masyarakat Nauru sudah menggunakan mobil mewah berharga mahal,
mereka yang tidak mampu akan di berikan pendidikan yang tinggi, jalan-jalan
terossss, hura-hura, dan yang paling nyebelin mereka tidak mau menjadi karyawan
ataupun pengusaha bahkan konon masyarakat Nauru sendiri diberikan pemasukan
oleh negaranya.
Fosfor tetaplah fosfor kekayaan
alam yang akan datang waktu habis nya, fosfor yang terus digali habis pertambangan
mulai ditinggalkan, hura-hura, liburan dan mobil mewah pun mulai ditinggalkan
masyarakatnya. Namun meskipun begitu kebiasaan masyarakat yang ogah untuk
menjadi pebisnis ataupun karyawan tidak kunjung sehat, Negara terbebani oleh
masyarakatnya sendiri dan sekarang Nauru menjadi Negara yang memiliki pemasukan
dari Negara tetangga nya Australia yang mana membayar Nauru sebagai tempat
penampungan imigran gelap (nah jangan nekat jadi imigran ke Australia kalo gak
mau di tending ke Nauru) memang uang yang tak seberapa dari hasil sewa tanah
oleh Negara Australia tapi tahukah kamu kalo di Nauru masih ada jejak
peninggalan era kejayaan nya yaitu OBESITAS, ya meskipun Nauru merupakan Negara
miskin tapi Nauru merupakan salah satu Negara yang punya salah satu angka
Obesitas tertinggi di dunia.
So pilih menjaga Obesitas dengan
kemalasan yang hakiki dengan segudang biaya medis yang tak murah atau sehat
karena bekerja keras dengan biaya medis yang siap?
Pilihan ada ditangan mu yuk mari
kita rubah pola bisnis kita menjadi lebih baik lagi
(dari berbagai sumber gosip)