Rahasia bisnis si raja FO dan Kuliner asal Bandung




Mungkin namanya tidak sebesr ALM Bob Sadino atupun Bill Gates namun jika anda tahu berapa banyak usaha yang dimiliki oleh beliau maka akan membuat anda geleng-geleng kepala, perkenalkan beliau bapak Perry Tristinto seorang taipan factory outlet (FO), rumah makan, objek wisata, hotel, dan berbagai bisnis lain yang dinaungi dalam PT Perisai Group.
Proses takan mengkhianati hasilnya, beruntung Tukang Kemasan dapet kesempatan baca majalah Marketing walaupun edisi 2015 bukan masalah tuh karena cerita hidup seseorang takan lekang oleh waktu, lalu apa rahasia dari bisnis pria kelahiran Bandung 22 Februari 1960 ini, lets check it out ;

Berani memulai usaha sejak usia muda
Beliau memulai binsis sejak masih duduk di bangku kuliah, walaupun sebuah usaha sederhana yang hanya sebuah peternakan ayam di rumah orang tua nya dan pada akhirnya beliau tingglkan karena harus kuliah di Singapura.
Berani mencoba banting setir
Mencoba peruntungan bekerja di Alpine Records justru tidak menyurutkan jiwa wirausaha nya, yang terjadi justru beliau memulai seuah usaha baru yitu berjualan kaus bergambar penyanyi kelas duni seperti Shaktak, Al Jerreau dan Michael Frank. Usaha tersebut lumayan berkembang, yang membuat beliau berani membuka outlet kaus kecil-kecilan dirumah orang tua nya sebuah daerah strategis untuk usaha dibidang fashion yaitu Jl. Cihampelas, namun beliau meningglakan nya karena kerja sama yang tidak baik dengan partner.
Sudah pemberani nekat lagi
Bolehlah ditiru tapi harus detail dalam perhitungan nya ya, tahun 1995 beliau menjajal peluang baru yaitu busana sisa ekspor dengan modal nekat uang pinjaman dari bank sebesar 250 juta rupiah, dari sana beliau membuka outlet besar khusus busana sisa ekspor seluas 200 meter di Graha Manggala Siliwangi. Outlet tersebut beliau beri nama “The big price cut” yang mana mengwali bisnis beliau dibidang ritel yang kemudian setelah nya muncul bisnis lain dari beliau seperti Bali Heaven, Rumah Sosis, Rumah Strawberi, Kampung Baso, De Ranch, Floating Market dan lain-lain.
Berani menjadi beda
Ketika sejumlah restoran menjual rasa dan fashion menjual gaya yang diaplikasikan oleh beliau pada usaha nya justru berbeda, karena beliau berpendapat “saya menjual suasana. Bandung terkenal dengan udara nya yang sejuk, itu sangat menunjang. Saya tinggal tambhakan aspek lain yang membuat experience konsumen datang jadi bernilai”.
Berani untuk tahu dan belajar
Semoga petikan kalimat wawancara dari beliau menginspirasi kita semua
“sampai saat ini saya masih rutin baca koran, nonton TV dan kongkow dengan teman-teman komunitas. Kita harus tahu what’s hapenning? Jadi bisa tahu juga apa yang dibuthkan oleh pasar”
“bisnis apapun itu pasti ada life cycle nya. Buka tutup usaha adalah hal biasa. Justru sebagai pengusaha kita harus preapare dengan ide-ide kreatif yang tidak boleh berhenti. Inovasi terus menerus. Jangan hany mengikuti konsep yang sudah ada, harus bisa ciptakan inovasi baru dan manfaatkan momen yang ada.”
Panjang umur inovasi.

Sukses Kok Nunggu

Terilhami dari
Marketing edisi 11/XV/ November 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

perbedaan kemasan PET dan HDPE

jual botol plastik PET 250 ml

mau sampai kapan jadi karyawan, tapi buat pengusaha jangan sombong juga ya