Kalahkan tekhnologi






“Halo mitra inovator, bagaimana kabar nya sudah kah anda memulai usaha anda dan menjalankan nya dengan stabil demi meraih mimpi untuk hari esok?”
“Atau masih sedang berfikir untuk mulai merintis?”
 “atau jangan-jangan yang terjadi justru anda sedang terjebak dalam zona nyaman sebagai karyawan?”
“Sudahkah anda bershabat dengan tekhnologi?”
“Sudahkah anda menciptakan tekhnologi?”

            Menjadi seorang karyawan justru tidak salah selama pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan yang halal tidak merugikan orang ataupun mengganggu orang, jika anda ingin membangun karier maka bekerja lah sebaik mungkin pada perusahaan yang tepat, oh ya menyinggung masalah karyawan bukan mau menakuti atau mengancam tapi justru disini Tukang Kemasan mengajak anda untuk segera membuka mata dan melihat fokus akan masa depan karena usia bertambah dan semakin berkembang nya tekhnologi semakin pula tekhnologi akan banyak membantu manusia. semakin murah tekhnologi, efektivitas yang besar dan mudah dijalankan justru akan mengancam anda yang berposisi sebagai karyawan. Ingatlah tekhnologi drone sedang dikembangkan yang mana mengancam mereka yang memiliki jabatan sebagai kurier.
            Lalu siapa bilang dengan menjadi pengusaha anda akan duduk aman dan nyaman dari maju nya sebuah tekhnologi, yang terjadi justru dalam mata rantai makanan seorang pengusaha lah yang terancam akan dimakan oleh tekhnologi yang semakin lama akan semakin berkembang.
            Tekhnologi sangat dibutuhkan oleh manusia, selain membantu pekerjaan manusia, tekhnologi dengan cost murah pun akan membantu manusia dalam menjalankan usaha nya. pada zaman dahulu orang berbondong-bondong pergi ke wartel untuk menelfon kekasih, kerabat atau keluarga nya namun lihat pada era informatika ini justru orang tidak pernah lepas dari handphone nya dan yang justru terjadi akan memunculkan sebuah pertanyaan “ada berapa banyakah jumlah wartel di Indonesia?”.
            Hal diatas menandakan kebutuhan manusia, cost dan efektivitas sangat mempengaruhi pekerjaan seorang manusia. Dari kasus wartel tadi coba anda perhitungkan “ada berapa banyak pengusaha wartel yang gulung tikar dengan berkembangnya tekhnologi handphone?” “ada berapa banyak operator wartel yang kehilangan pekerjaan nya?” “ada berapa banyak suplier yang mendistribusikan produk untuk keperluan wartel yang gulung tikar?” yang harus kita cari tahu bukanlah jawaban nya namun “siapa pemenang nya?” jawaban nya adalah mereka yang bersahabat dan menciptakan tekhnologi, perpanjangan erut yang semakin nyaman dan perpanjangan hidup yang semakin aman akan terus melindungi mereka yang tak pernah lelah untuk ber inovasi.
            Mulailah dari sekarang membuka mata untuk hari esok yang lebih baik, Indonesia mungkin bukan bangsa pencipta namun Indonesia adalah negri dengan pasar yang berlimpah maka dari itu memanfaatkan ramalan tekhnologi merupakan hal yang harus dijalankan karena segmentasi pasar masyarakat kita sangatlah haus akan hal yang berbau “up to date”.

Panjang umur inovator.
Sukses kok nunggu

Postingan populer dari blog ini

perbedaan kemasan PET dan HDPE

jual botol plastik PET 250 ml

mau sampai kapan jadi karyawan, tapi buat pengusaha jangan sombong juga ya